Lima Penyebab Wajah Berjerawat pada Usia Dewasa

Thursday, 20 September 2018

Penulis : nurtura

“Saya memiliki kondisi wajah berjerawat meskipun sudah memasuki usia dewasa, normal nggak sih dok?”

Wajah bebas jerawat memanglah idaman semua wanita. Namun kerap kali jerawat selalu muncul dan mengganggu penampilan kita serta membuat frustasi. Selain mengganggu penampilan, jerawat pada usia dewasa juga sangat mengganggu kualitas hidup. Treatment rutin selama remaja pun kadang tidak dapat mengobati jerawat pada usia dewasa. Pada saat ini terjadi, timbul pertanyaan, apakah normal tumbuh jerawat pada usia dewasa?

Jerawat yang baru bermunculan pada saat individu mencapai usia dewasa pada dunia medis disebut dengan “adult-onset acne” atau jerawat dewasa. Pada umumnya jerawat menghilang dengan sendirinya pada usia di bawah 30 tahun, namun beberapa orang dewasa terus berjerawat walaupun sudah masuk usia 30, 40, bahkan 50. Unfortunately, perempuan pada umumnya lebih rentan terhadap jerawat dibanding dengan pria.

dr. Hilwa Saleh Alwaini, BmedSc, DiplAAAM dari Nurtura Aesthetic & Wellness Center akan sharing penyebab wajah berjerawat pada usia dewasa (> 27 tahun) :

  1. Ketidakseimbangan hormon:
    • 1 minggu sebelum sampai pada saat menstruasi
    • Selama hamil, peri-menopause, dan menopause
    • Setelah berhenti atau memulai konsumsi pil KB
  2. Stress:
    Para peneliti membuktikan adanya hubungan antara stress dan timbulnya jerawat. Sebagai respon dari stress, tubuh kita memproduksi hormon androgen, yang menstimulasi aktifitas kelenjar minyak dan folikel rambut pada kulit, yang berujung pada timbulnya jerawat.
  3. Riwayat Keluarga:
    Beberapa penelitian menujukkan adanya hubungan genetika terhadap timbulnya jerawat. Memiliki keluarga dekat yang berjerawat (orang tua, adik, kakak) dapat meningkatkan resiko kamu untuk mengalami adult-onset acne.
  4. Produk skin-caremakeup, dan rambut:
    Apabila kamu mengalami adult-onset acne, kamu sebaiknya rajin membaca ingredients dari produk yang rutin kamu pakai, baik itu moisturizer, cleanser, sunscreen, shampoo, conditioner, ataupun produk makeup. Pastikan produk kalian memiliki label ini:
    • Non-comedogenic
    • Non-acnegenic
    • Oil-free
    • Won’t clog pores
  5. Efek samping obat:
    Jerawat merupakan salah satu efek samping untuk beberapa macam obat. Apabila kamu merasa obat yang kamu konsumsi memicu timbulnya jerawat atau membuat jerawat menjadi lebih parah, konsultasikan pada dokter untuk mengetahui apakah obat tersebut dapat menyebabkan jerawat. Apabila iya, dapatkah obat tersebut diganti dengan obat lain? Atau cari solusi untuk mengatasi jerawatmu dengan bantuan dokter kulit atau dokter ahli kecantikan.

Perlu diingat bahwa jerawat pada usia berapapun bukanlah merupakan kondisi normal. Untuk mendapatkan terapi jerawat yang efektif, sebaiknya tidak hanya sebatas menggunakan skin-care yang tersedia di market. Penting bagi kamu untuk mengetahui penyebab timbulnya jerawat dan menghindarinya. Combination therapy (home care, peeling/microdermarasion, lasers) terbukti sangat efektif untuk mengatasi problem jerawat. Banyak klinik kecantikan yang menawarkan perawatan sejenis ini.

Saran saya, pilih klinik yang sudah memiliki track-record yang baik, yang hanya menggunakan produk aman, ter-registrasi, sesuai standard/guidelines yang telah ditetapkan ahli, dan alat-alat yang FDA-Approved.